Jakarta, 4 apil 2009
pagi hari ini gue harus bangun pagi-pagi untuk survey tempat buat kegiatan kampus.
kita semua harus ngumpul jam 7 pagi onward di kampus, karena the destination takes a more time.
jadilah, gue harus bangun jam setengah 5 pagi dan langsung siap-siap ke kampus.
bukan gue namanya, kalo jadi sensian setengah mati sama orang kalo lagi kesel karena kurang tidur.
the journey starts (approximately) on 8.30 am.
tujuan kita adalah ke salah satu daerah bekasi.
tepatnya kampung sembilangan di pantai urip (please correct me if it's wrong!)
dibutuhkan kurang lebih satu setengah jam perjalanan (FYI gue berangkat dari bilangan sudirman).
selama di perjalanan, gue dan yang lainya cukup menikmati.
walau terkadang sesekali gue mengeluh "panas ya" , "jauh ya" , dll
akhirnya kita semua sampe di tempat tujuan.
sebelumnya gue emang tau bakal naik perahu motor.
dan dalam bayangan gue, i'll just broad a river or a small lake, and i thought is just okay !
ternyata bayangan gue itu salah.
kita naik perahu motor untuk menyeberangi pantai dan rawa untuk bisa ke kampung sembilangan. dan gue sangat yakin tidak ada penerangan di malem hari !
JUJUR gue sangat parno dengan perahu dan pantai. so, gue cuma bisa berdoa biar kita semua selamat sampai tujuan.
voila ! sekitar 20 menit perjalanan akhirnya kita sampe juga :))
karena acara kegiatan yang mau kita lakuin berupa bentuk sosial, jadi kita memilih sekolah di daerah tersebut menjadi target utama kita.
akhirnya kita keliling liat sekolah tersebut.
as my own opinion.
sekolah yang lebih berbentuk madrasah tersebut cukup terjaga kebersihanya.
mungkin salah satu faktornya karena, murid yang bersekolah diwajibkan untuk membuka sepatu mereka sebelum masuk ke kelas.
setelah berada disana sekitar 1 jam-an, kita memutuskan untuk pulang.
yaah tentu aja, kita harus meniki perahu motor lagi.
bedanya, perjalanan pulang terasa lebih santai dan buat gue sendiri membawa kesan yang berarti.
Jakarta, 5 April 2009
Pagi hari ini, ketika gue bangun dari tidur gue, gue merasa sangat amat bersyukur atas apa yang gue milikki.
1. gue bersyukur, gue bisa kemanapun dengan mudah. gak perlu naik perahu untuk menyeberangi rawa ataupun pantai.
2. gue bersyukur gue bisa memakai teknologi internet. dan gue bisa marah-marah kalo internet gue DC (even cuma sejam). padahal, mereka yang disana bisa hidup tanpa mengenal teknologi internet.
3. tamparan bagi gue, ketika kemaren pagi gue mengahbiskan beberapa puluh ribu untuk sarapan pagi. sedangkan gue sangat yakin, uang tersebut bisa buat makan mereka seminggu. sedangkan gue ? menghabiskan uang itu dalam waktu kurang dari setengah jam !
4. gue sangat amat bersyukur, masih punya tempat tinggal yang layak, tempat tidur yang empuk, dan gak perlu merasa takut bocor, atau banjir ketika hujan datang.
gue merasa kalah dengan mereka. mereka bisa bertahan hidup seperti itu. mungkin mereka mereka pernah mengeluh akan kehidupan mereka, tapi toh mereka bertahan dengan kondisi itu. sedangkan gue, gue masih sering menegeluh untuk mendapatkan yang lebih ! gue juga memmpertanyakan apakah gue masih bisa tersenyum tulus jika gue menjadi mereka ?! sedangkan mereka masih bisa tersenyum dan tertawa bahagia.
mungkin, kampung sembilangan bukan satu-satunya daerah yang mempunyai kondisi seperti itu. banyak atau bahkan mungkin banyak sekali daerah yang lebih parah daripada kawasan tersebut. tapi, perjalanan tersebut sangat menyentuh gue. banyak kelebihan yang gue punya dibanding mereka, tapi sayangnya gue gak pernah bersyukur akan itu. dan bener kalo ada yang bilan "hidup itu murah, tapi gaya hidup itu yang mahal".
yah, tulisan ini bukan berarti loe pasrah sama keadaan, tapi membuat loe sadar betapa pentingnya loe bersyukur dan bukan sombong atas apa yang lo milikki.
pagi hari ini gue harus bangun pagi-pagi untuk survey tempat buat kegiatan kampus.
kita semua harus ngumpul jam 7 pagi onward di kampus, karena the destination takes a more time.
jadilah, gue harus bangun jam setengah 5 pagi dan langsung siap-siap ke kampus.
bukan gue namanya, kalo jadi sensian setengah mati sama orang kalo lagi kesel karena kurang tidur.
the journey starts (approximately) on 8.30 am.
tujuan kita adalah ke salah satu daerah bekasi.
tepatnya kampung sembilangan di pantai urip (please correct me if it's wrong!)
dibutuhkan kurang lebih satu setengah jam perjalanan (FYI gue berangkat dari bilangan sudirman).
selama di perjalanan, gue dan yang lainya cukup menikmati.
walau terkadang sesekali gue mengeluh "panas ya" , "jauh ya" , dll
akhirnya kita semua sampe di tempat tujuan.
sebelumnya gue emang tau bakal naik perahu motor.
dan dalam bayangan gue, i'll just broad a river or a small lake, and i thought is just okay !
ternyata bayangan gue itu salah.
kita naik perahu motor untuk menyeberangi pantai dan rawa untuk bisa ke kampung sembilangan. dan gue sangat yakin tidak ada penerangan di malem hari !
JUJUR gue sangat parno dengan perahu dan pantai. so, gue cuma bisa berdoa biar kita semua selamat sampai tujuan.
voila ! sekitar 20 menit perjalanan akhirnya kita sampe juga :))
karena acara kegiatan yang mau kita lakuin berupa bentuk sosial, jadi kita memilih sekolah di daerah tersebut menjadi target utama kita.
akhirnya kita keliling liat sekolah tersebut.
as my own opinion.
sekolah yang lebih berbentuk madrasah tersebut cukup terjaga kebersihanya.
mungkin salah satu faktornya karena, murid yang bersekolah diwajibkan untuk membuka sepatu mereka sebelum masuk ke kelas.
setelah berada disana sekitar 1 jam-an, kita memutuskan untuk pulang.
yaah tentu aja, kita harus meniki perahu motor lagi.
bedanya, perjalanan pulang terasa lebih santai dan buat gue sendiri membawa kesan yang berarti.
Jakarta, 5 April 2009
Pagi hari ini, ketika gue bangun dari tidur gue, gue merasa sangat amat bersyukur atas apa yang gue milikki.
1. gue bersyukur, gue bisa kemanapun dengan mudah. gak perlu naik perahu untuk menyeberangi rawa ataupun pantai.
2. gue bersyukur gue bisa memakai teknologi internet. dan gue bisa marah-marah kalo internet gue DC (even cuma sejam). padahal, mereka yang disana bisa hidup tanpa mengenal teknologi internet.
3. tamparan bagi gue, ketika kemaren pagi gue mengahbiskan beberapa puluh ribu untuk sarapan pagi. sedangkan gue sangat yakin, uang tersebut bisa buat makan mereka seminggu. sedangkan gue ? menghabiskan uang itu dalam waktu kurang dari setengah jam !
4. gue sangat amat bersyukur, masih punya tempat tinggal yang layak, tempat tidur yang empuk, dan gak perlu merasa takut bocor, atau banjir ketika hujan datang.
gue merasa kalah dengan mereka. mereka bisa bertahan hidup seperti itu. mungkin mereka mereka pernah mengeluh akan kehidupan mereka, tapi toh mereka bertahan dengan kondisi itu. sedangkan gue, gue masih sering menegeluh untuk mendapatkan yang lebih ! gue juga memmpertanyakan apakah gue masih bisa tersenyum tulus jika gue menjadi mereka ?! sedangkan mereka masih bisa tersenyum dan tertawa bahagia.
mungkin, kampung sembilangan bukan satu-satunya daerah yang mempunyai kondisi seperti itu. banyak atau bahkan mungkin banyak sekali daerah yang lebih parah daripada kawasan tersebut. tapi, perjalanan tersebut sangat menyentuh gue. banyak kelebihan yang gue punya dibanding mereka, tapi sayangnya gue gak pernah bersyukur akan itu. dan bener kalo ada yang bilan "hidup itu murah, tapi gaya hidup itu yang mahal".
yah, tulisan ini bukan berarti loe pasrah sama keadaan, tapi membuat loe sadar betapa pentingnya loe bersyukur dan bukan sombong atas apa yang lo milikki.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar