hello to you reader !

Foto saya
I'am seductive and addictive ! beware that :)

8/01/2011

BUMIku Titipan dari Tuhan


Banyaknya keluhan orang-orang mengenai ketidakteraturan cuaca yang dirasakan seharusnya dikembalikan pada individu masing-masing, adakah campur tangan dan keterlibatan dalam kondisi ini? Memang tidak secara langsung namun, hampir semua manusia memiliki andil dalam keterpurukan bumi.

Mengapa demikian?

Banyak sekali faktor mengapa bumi yang semakin renta ini mulai menunjukkan sikap tidak bershabatnya? Banyakmya bencana alam dan tentu ketidakteraturan musim yang mencolok terlihat.

Dengan contoh sangat sederhana, ketika kita membuang sampah entah dijalan ataupun disungai, adakah rasa bersalah yang muncul ketika dampak dirasakan seperti banjir yang tentu merugikan bukan hanya diri sendiri melainkan juga orang lain.

Dari sekian banyak faktor yang merusak bumi, plastik sekali pakai nampaknya masih menjadi primadona permasalahan yang tak kunjung menemui titik penyelesaiaan yang ideal. Setiap hari jumlah palstik sekali pakai makin bertambah namun ironisnya sampah-sampah plastik sekali pakai ini tidak dapat terurai dalam satu dua hari, plastik sekali pakai seperti kantong plastik memerlukan waktu 10-12 tahun untuk terurai dan styrofoam memerlukan bahkan hingga 500 tahun untuk dapat terurai dengan sempurna. Namun belum sampai 10 tahun, jumlah sampah plastik pakai semakin bertambah kian harinya, tentu ini merupakan kondisi yang sangat krusial yang seharusnya sudah menajdi fokus perhatian bagi semua kalangan.

akhir-akhir ini kampanye gaya hidup hijau yang disuarakan oleh Tupperware Indonesia menarik perhatian saya, kampanye yang mengajak masyararak untuk mengurangi penggunaan sampah palstik sekali pakai menurut saya merupakan salah satu contoh alternatif yang jika diterapkan terus menerus dapat menekan jumlah sampah. Memang tidak ada yang dapat dilakukan untuk menangani sampah-sampah plastik pakai ini, yang dapat dilakukan hanya menekan penggunaan plastik sekali pakai ini hingga titik yang paling minumum

ini pula yang telah diedukasi oleh PT Tupperware Indonesia untuk mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong plastik dan styrofoam. Dalam kampanyenya ini Tuperware mencoba menyuguhkan cara yang tidak biasa dan unik, namun memberikan dampak positif bagi bumi, ketika kita berbelanja disupermarket untuk membeli bahan makanan yang segar seperti daging, buah dan sayur mayur sebaiknya kita membawa food container yang aman untuk dapat menggantikan plastik dan styrofoam yang biasa menjadi pembungkus makanan ini. Selain lebih aman bagi kesehatan (karena migrasi bahan-bahan kimia dari plastik dapat terkontamiansi dalam makanan) tentu dapat mengurangi jumlah plastik yang berarti merupakan aksi positif dari gaya hidup hijau,

Dapat dikalkulasikan, Jika 1 hari saja setiap individu menghabiskan sekitar 3 kantong plastik, 1 styrofoam dan satu kemasan botol siap minum berapa jumlah banyaknya sampah palstik sekali pakai ini yang dihasilkan oleh warga Jakarta? Atau bahkan Indonesia dalam satu hari?saru minggu dan satu tahun?. Berapa ratus bahkan ribuan tahun yang diperlukan untuk menguraikan sampah-sampah plastik sekali pakai ini.

Bumi ini merupakan titipan dari Tuhan, sudah seharusnya menjaganya sebagai amanah bukan malah merusaknya. Mulai dari langkah kecil namun berdampak luas. Sudah seharusnya kita membuka mata untuk menerapkan gaya hidup hijau untuk diri sendiri dan Bumi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar